surety bond

Surety Bond: 4 Manfaat Penting dan Prinsip yang Terkandung

Membentuk kesepakatan dengan pihak luar perusahaan seperti vendor tentu membutuhkan banyak ayat kesepakatan. Semua ketentuan tersebut dibuat untuk memastikan proses pengadaan barang/jasa berjalan sesuai dengan perencanaan. Khusus untuk kesepakatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek, surety bond adalah komponen penting yang harus dibuat. Perusahaan pengguna jasa proyek akan melibatkan beberapa pihak untuk memastikan proyek selesai dengan biaya yang sesuai pula. Mari mengenal lebih dalam tentang surety bond, dari manfaat penting hingga prinsip yang harus ada didalamnya.

Baca Juga: 4 Jenis Kontrak Lumpsum, Opsi Menarik untuk Procurement

Surety Bond dan Pihak yang Terlibat

Surety bond adalah perjanjian tambahan selain perjanjian pokok berupa asuransi yang menjamin suatu proyek tidak mengalami berbagai macam risiko. Pelaksanaan proyek dengan skala apapun pasti memiliki risiko yang bisa saja terjadi, misalnya proyek mangkrak, kesulitan pemenuhan bahan baku, dan sebagainya. Untuk menjamin hal-hal tersebut terjadi, perusahaan pemilik proyek perlu membuat surety bond agar semua pihak menunaikan kewajibannya.

Sehingga dalam pembuatannya, surety bond akan membutuhkan tiga pihak wajib, yaitu:

1. Obligee

Penerima jaminan atau obligee adalah perusahaan yang memiliki proyek atau pemberi kerja.

2. Principal

Pihak terjamin atau principal adalah pelaksana proyek yang juga sering disebut sebagai kontraktor. Ketika principal tidak mampu menjalankan kontrak kerja, maka pihak ini dikenakan wanprestasi.

3. Surety

Pihak penjaminan atau surety adalah perusahaan, biasanya lembaga keuangan non bank, yang memiliki layanan surety bond. Nantinya, perusahaan ini akan berwenang menerbitkan surat jaminan yang mengikat obligee dan principal.

Sumber: Unsplash

4 Jenis Sekaligus Manfaat Pentingnya

Secara garis besar, perjanjian ini memang berlaku sebagai penjamin agar perusahaan pelaksana mampu mengerjakan proyek dan mendapat penjamin dengan biaya yang relatif murah dan cepat diperoleh. Sedangkan bagi perusahaan pemilik proyek, surety bond adalah cara agar pencairan dana ketika principal wanprestasi lebih mudah. Tentu saja yang paling diharapkan adalah pelaksanaan proyek yang berhasil dan/atau selesai sesuai kontrak. Namun manfaat yang lebih detail dari perjanjian ini tergantung pada jenisnya.

1. Tender

Surety bond untuk jenis tender memastikan pihak principal telah memenuhi penilaian dari pihak obligee dan dipilih untuk menjalankan proyek. Nantinya kontraktor terpilih harus menjalankan kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Manfaat dari jenis ini adalah ketika kontraktor terpilih mundur, pihak surety akan membayarkan kerugian kepada obligee. Besarnya kerugian ini biasanya dikenakan minimal 1% dari nilai proyek dan maksimal 3%.

Baca Juga: Panduan Lengkap Memahami Tender Management

2. Performance Bond

Lalu untuk jenis performance bond, surety menjamin principal mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang diminta pihak obligee. Selama waktu proyek yang telah ditandatangani berlangsung, principal tidak boleh memutuskannya secara sepihak atau bersama-sama dengan pihak obligee. Apabila principal membutuhkan perpanjangan waktu dan telah mendapat persetujuan dari obligee, surety bond jenis ini dapat diperpanjang. Namun jika principal gagal, maka surety akan membayarkan ganti rugi minimal 5% dan maksimal 10% dari nilai proyek.

3. Maintenance Bond

Sedangkan untuk jenis maintenance bond dilakukan saat proyek telah selesai dilakukan. Pihak surety akan menjamin principal mampu melakukan perbaikan ketika terjadi kerusakan terhadap proyek. Namun jika principal ternyata tidak mampu menjalankannya, surety akan membayarkan kerugin kepada obligee dengan nilai maksimal 5% dari nilai proyek.

4. Advance Payment Bond

Kemudian jenis terakhir adalah advance payment bond, yaitu perjanjian yang memastikan principal mengembalikan uang muka yang dibayarkan obligee jika principal gagal menjalankan kesepakatan awal. Principal dapat menyelesaikan pengembalian dana ini secara bertahap dan akan dibantu pihak surety dengan nilai maksimal 20% atau 30% dari nilai proyek.

Sumber: Freepik

Prinsip dan Cara Kerjanya

Untuk semakin memudahkan Anda memahami prinsip dan cara kerja surety bond, perhatikan poin-poin berikut ini.

  • Surety bond dibuat dan disahkan setelah adanya kontrak atau perjanjian kerja pokok tertulis dan resmi yang telah disepakati kedua belah pihak. Setelah surety bond resmi berlaku, maka perjanjian ini tidak dapat dibatalkan atau mutlak.
  • Pemberlakuan surety bond memiliki jangka waktu yang sama dengan jangka waktu proyek berlangsung. Termasuk apabila jangka waktu proyek diperpanjang.
  • Dalam praktiknya, pihak surety berusaha agar principal menyelesaikan proyek sesuai perjanjian. Baik itu terkait waktu pelaksanaan maupun dalam hal pemenuhan standar sesuai yang tertera dalam kontrak.
  • Untuk setiap dana yang dibayarkan pihak surety kepada obligee akan dimintakan ganti ruginya kepada principal melalui perjanjian terpisah. Sehingga pihak surety tidak mewajibkan adanya setoran jaminan kepada principal seperti yang ada pada bank garansi.

Baca Juga: 6 Peran Penting Strategic Sourcing dalam Mendapatkan Vendor Terbaik

Proses pelaksanaan proyek memang perlu kontrol dan pengawasan yang ketat. Meskipun kontraktor dan/atau vendor telah diseleksi dengan baik, masih ada faktor eksternal yang berisiko menghambat jalannya proyek. Untuk memudahkan Anda mengelola dokumen legal yang berkaitan dengan pengadaan, RUN Market hadir melalui fitur Company Management. Anda dapat mengelola dokumen hukum dengan beberapa pihak sekaligus melalui platform yang sama. Temukan manfaat besar lain dari RUN Market dengan menyimak informasinya di sini.

e-Procurement Platform untuk Solusi Pengadaan Perusahaan Anda

Daftar Gratis ! Jadwalkan Demo

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.