tren penggunaan e-procurement

Tren Penggunaan E-Procurement di 2023 yang Patut Diikuti

Pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu kegiatan bisnis yang terus mengalami perkembangan. Mulai dari skema penentuan vendor atau pemasok yang semakin mudah, mekanisme pengadaan yang mudah dikontrol, dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan nantinya akan semakin banyak media yang memungkinkan terciptanya hubungan baik antara perusahaan dengan para pemasoknya. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk ini adalah e-procurement. Apabila Anda masih merasa belum membutuhkan sistem ini, maka simak tren penggunaan e-procurement di tahun 2023 berikut ini.

Sebelum masuk dalam pembahasan pentingnya e-procurement, mari mengingat kembali definisi dari istilah tersebut. E-procurement atau electronic procurement adalah pengadaan barang dan/atau jasa yang memanfaatkan perangkat keras komputer dan perangkat lunak berbasis internet. Tidak hanya perusahaan, instansi pemerintah pun sudah banyak menggunakan metode pengadaan ini.

Baca Juga: Mengenal Digitalisasi Pengadaan Barang dengan E-Procurement

Beberapa jenis e-procurement mendukung sebagian proses pengadaan. Namun tren yang tercipta sekarang memungkinkan perusahaan pengguna aplikasi atau platform pengadaan dapat melakukan prosesnya secara daring sepenuhnya. Artinya, Anda dapat menjalankan proses pengadaan tanpa harus bertatap muka dengan vendor atau pemasok.

Tren pengadaan yang terus berkembang tidak hanya dipengaruhi oleh berkembangnya teknologi. Namun berbagai macam faktor eksternal juga berdampak besar, seperti resesi global, pandemi, kebijakan ekonomi, dan masih banyak lagi. Di tahun 2023, perkembangan pengadaan mengalami perubahan setelah terjadinya pandemi di beberapa tahun sebelumnya. Perlu adanya identifikasi terhadap gerakan pengadaan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis agar perusahaan terus bertahan. Simak ulasan lengkap apa saja tren pengadaan untuk satu tahun ke depan.

Sumber: Freepik

1. Teknologi Digital Menjadi Keharusan

Dari fenomena pandemi yang menurunkan hampir semua sektor bisnis, bidang teknologi digital justru mendapat momen untuk bersinar. Semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa digitalisasi meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Begitu juga dengan proses pengadaan, mulai dari pemilihan vendor, pengelolaan kontrak, transaksi, hingga menjaga hubungan baik dengan pemasok dapat dilakukan secara daring. Hasilnya kini justru perusahan yang bisa beradaptasi dengan cepat yang terus mengalami perkembangan, terutama pada tahun-tahun mendatang.

2. Peningkatan Efektivitas, Efisiensi, dan Daya Tahan

Belajar dari perubahan model bisnis secara drastis tersebut, perusahaan perlu mengantisipasi perubahan mendadak yang mungkin saja terjadi pada tahun 2023 dan seterusnya. Berbekal pada analisis dan proyeksi kondisi ekonomi ke depan, perusahaan bisa mencanangkan rencana jangka panjang dengan kemajuan teknologi yang ada. Sehingga tidak hanya efektivitas dan efisiensi yang meningkat, daya tahan perusahaan juga lebih siap.

3. Analisis Data yang Akurat Semakin Dibutuhkan

Berkaitan dengan analisis untuk rencana jangka panjang pada poin sebelumnya, data yang akurat juga harus diupayakan. Skema dan sistem pencatatan yang terstruktur dan diolah dengan alat yang tepat akan menuntun perusahaan pada keputusan yang mendekati sempurna. Artinya, outcome yang dituju juga akan memiliki ketercapaian hingga 99% atau bahkan 100%. Itulah kenapa pengelolaan data pengadaan dengan e-procurement menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan.

4. Hubungan Baik dengan Pemasok Akan Berdampak Besar

Semakin baik hubungan yang dimiliki perusahaan pembeli dengan para vendor dan pemasoknya, maka semakin lancar pula proses pengadaan. Tidak hanya memastikan ketersediaan, perusahaan juga dapat memiliki peran dalam menentukan harga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Semua upaya menjaga hubungan baik ini dapat dilakukan lebih mudah melalui e-procurement. Bahkan Anda dapat melakukan penilaian ketahanan terhadap semua pemasok yang pernah bekerja sama. Fokus pada pemasok yang memiliki risiko kendala pengadaan paling kecil akan sangat bermanfaat bagi perusahaan pada tahun-tahun sulit yang tidak terduga.

5. Kebijakan Manajemen Pengeluaran yang Lebih Mudah

Berkaitan dengan efisiensi biaya melalui penggunaan e-procurement, perusahaan menjadi lebih leluasan dalam mengelola pengeluaran. Leluasa dalam hal ini mengarah pada upaya untuk bertanggung jawab terhadap kebijakan pajak dan pendapatan negara. Bagaimanapun juga, pengeluaran terkait hal ini akan berdampak besar bagi masyarakat umum. Selain itu, alokasi untuk proses pengadaan yang semakin ramping bukan berarti kualitasnya akan menurun. Justru dengan alat kontrol yang tersistem, perusahaan dapat mempertahankan pengeluaran untuk tidak melebihi anggaran.

Sumber: Freepik

Baca Juga: Procurement Dashboard 101: Cara Mudah Mengawasi Pengadaan

Dari ulasan di atas, rasanya tidak ada kata terlambat untuk beralih ke skema pengadaan secara daring sepenuhnya. Penggunaan e-procurement tidak hanya sekedar meningkatkan produktivitas perusahaan saja. Namun juga soal bagaimana bisnis dapat bertahan dan semakin lincah dalam kondisi ekonomi yang dinamis dengan segala faktor eksternal yang terjadi. Tuntutan untuk memberikan kepuasan dan nilai tambah kepada pelanggan adalah titik awal tren penggunaan e-procurement dimulai. Pastikan Anda memulai langkah penggunaan e-procurement bersama RUN Market. Selain kemudahan untuk menggunakan dan manfaat besarnya, Anda juga bisa mendapatkannya dengan harga yang terjangkau. Ikuti RUN Market dari tautan ini dan temukan lebih banyak fitur pengadaan menarik di dalamnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.