sales invoice

Mengenal Berkas Penting dalam Transaksi BKP, Sales Invoice

Urusan pemberkasan pada transaksi yang dilakukan bisnis Anda tidak boleh sekalipun disepelekan. Pasalnya, berkas yang terkait dengan transaksi ini akan menjadi bukti legal bahwa transaksi telah dilaksanakan sesuai aturan. Salah satu berkas yang cukup penting adalah sales invoice. Apakah Anda pernah mendengarnya?

Dalam istilah bahasa Indonesia, sales invoice sendiri kemudian diartikan sebagai faktur penjualan. Terasa lebih familiar bukan? Fungsi utama berkas ini adalah mencatat aktivitas penjualan yang sudah diselesaikan antara perusahaan Anda dengan pembeli.

Di waktu yang sama, berkas ini merupakan langkah lanjutan dari sales order. Berkas ini tidak boleh terlewat dan tidak boleh hilang, sebagai salah satu bukti transaksi yang sah dan untuk keperluan pemberkasan internal di perusahaan Anda.

Baca Juga: Mengenal Delivery Order dari A-Z, Berkas Penting dalam Aktivitas Bisnis!

Tapi Apa Sebenarnya Definisi dari Sales Invoice Ini?

sales invoice
Sumber: freepik.com

Secara definitif, sales invoice adalah dokumen yang dibuat oleh pihak seller ketika melakukan penjualan produk dan mengirimkannya pada buyer. Isi dari dokumen ini sendiri terkait dengan produk yang dibeli oleh buyer, dan detail harga, spesifikasi, dan total tagihan yang harus dibayarkan kemudian.

Nantinya di berkas ini juga tercantum jumlah pembayaran dan tempo pembayaran yang harus dilakukan oleh buyer pada seller. Jadi pada dasarnya berkas ini bisa masuk ke dalam pendapatan perusahaan yang sudah dan belum terbayarkan, dan menjadi tagihan dari penjualan yang telah dilakukan.

Mungkin dengan membaca penjelasan di atas, sekilas Anda teringat pula dengan purchase invoice, yakni berkas lain yang juga dikeluarkan oleh seller dalam rangka transaksi jual beli. Namun ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Purchase Invoice dalam Bisnis

Purchase invoice, di sisi lain, juga merupakan berkas yang penting dalam sebuah transaksi jual beli. Berkas ini dikeluarkan oleh seller, untuk memastikan semua pesanan sudah sesuai dan terpenuhi, seperti yang diminta oleh buyer.

Berkas ini dibuat setelah purchase order diterima dari buyer, dan menjadi bentuk konfirmasi atas transaksi yang telah disetujui dan terjadi, dan dibayarkan sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Lalu Jika Dirinci, Berikut Perbedaan dari Kedua Invoice Ini

sales invoice
Sumber: freepik.com

Secara mendasar, dari terjemahan kedua istilah ini saja sudah terasa berlawan. Sales invoice diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai faktur penjualan, sementara purchase invoice diterjemahkan menjadi faktur pembelian.

Tapi apakah hanya itu saja?

Perbedaan Isi Berkas

Faktur penjualan kemudian akan memuat beberapa elemen utama, mulai dari nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan barang kena pajak, kemudian jenis barang kena pajak yang diserahkan, harga jual total lengkap dengan PPN atau dengan PPN terpisah, pajak penjualan, serta kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan faktur penjualan ini.

Faktur pembelian sendiri kemudian akan berisi informasi terkait nilai tagihan yang harus dibayarkan, identitas terang dari pengirim faktur, tanggal pengiriman, nama transaksi yang dimaksud, detail produk yang dijadikan objek transaksi, total tagihan, dan batas waktu dari pembayaran yang diberikan dan telah disepakati sebelumnya.

Tujuan Penerbitan Berkas

Berkas pertama, sales invoice, ditujukan untuk melakukan pencatatan penjualan yang telah terjadi. Berkas ini juga akan menjadi berkas yang diperlukan dalam pencatatan dan pelaporan pajak atas penjualan barang kena pajak.

Faktur pembelian adalah dokumen yang berisi mengenai perjanjian penjual dengan pemasok. Tujuan penerbitannya adalah untuk menjaga hubungan baik yang terjalin, dan memberikan hitungan jelas keseluruhan transaksi antara dua pihak dalam periode waktu tertentu. Dengan berkas ini, kesalahpahaman yang mungkin muncul tidak akan terjadi sebab semua terdokumentasi pada berkas yang disepakati bersama.

Cara Pembuatan Berkas Sales Invoice

sales invoice
Sumber: freepik.com

Sebenarnya cara membuat berkas invoice yang satu ini serupa dengan banyak invoice lainnya. Hanya saja, yang wajib diperhatikan adalah pada bagian elemen utama yang sebelumnya telah disebutkan tadi.

Elemen utama tersebut adalah sebagai berikut.

  • Nama, alamat, NPWP pihak yang menyerahkan Barang Kena Pajak, dalam ini adalah data dari bisnis yang Anda jalankan jika berposisi sebagai seller.
  • Jenis Barang Kena Pajak yang diserahkan, terkait produk yang menjadi objek transaksi.
  • Harga jual total dengan PPN atau PPN terpisah.
  • Pajak Penjualan Barang Mewah jika produk yang dijual merupakan produk yang masuk kategori tersebut.
  • Kode faktur, nomor seri, dan tanggal pembuatan faktur.

Setelah semua elemen utama ini terpenuhi, jangan lupa memberikan nama Sales Invoice atau Faktur Penjualan pada bagian kop berkas yang akan dibuat tersebut. Selesai, kini Anda bisa memiliki invoice penjualan yang dibahas dalam artikel ini.

Baca Juga: 4 Tips Mengatasi Tantangan Proses Pengadaan Barang dan Jasa 

Transaksi bisnis memang memerlukan kecermatan yang baik agar berjalan dengan lancar. Keberadaan setiap berkas yang diperlukan, dan sesuai dengan regulasi, menjadikan kedua pihak akan memperoleh transaksi yang menguntungkan, dan aman. Jelas, semua hal ini dapat dimaksimalkan dengan penggunaan RUN Market, sebagai salah satu platfor pengadaan barang terbaik di Indonesia.

RUN Market, Platform Pengadaan Terbaik untuk Bisnis Anda

Baik sebagai seller atau buyer, RUN Market dapat mengakomodir semua kebutuhan bisnis yang Anda perlukan. Dengan sistem yang solid dan fleksibel, ekosistem yang tersedia dibuat sedemikian rupa agar dapat membuat setiap pihak merasa nyaman. Jelas, karena RUN Market menyediakan platform yang legal, maka setiap transaksi juga wajib menyertakan sales invoice jika memang memenuhi syarat dan sesuai dengan ketentuan. Segera gunakan RUN Market, dan optimalkan transaksi yang Anda lakukan sekarang juga!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.