supply adalah

Supply adalah: Pengertian, Jenis, dan 6 Faktor yang Memengaruhinya

Dua faktor penting yang menjaga keberlangsungan bisnis adalah demand dan supply. Jika demand adalah permintaan produk dari konsumen, supply adalah penawaran produk dari konsumen. Baik demand maupun supply adalah bahan pertimbangan dalam proses produksi. 

Untuk memahami lebih lengkap tentang supply, artikel di bawah ini akan membantu perusahaan mengetahui pengertian, jenis, contoh hingga cara mengelola supply. Simak hingga tuntas, ya.

Supply adalah Aktivitas Penawaran, Ini Penjelasannya

Secara umum, supply atau yang biasa disebut dengan penawaran adalah aktivitas memasok barang. Aktivitas yang fundamental karena berkaitan langsung dengan proses produksi. Jika dibuat dalam grafik, hukum penawaran menunjukkan jumlah produk dengan harga tertentu. Namun, ada sedikit perbedaan dengan hukum permintaan yang mana hukum penawaran menunjukkan kemiringan ke atas. 

Dalam hukum penawaran, jumlah produk selalu berbanding lurus dengan pergerakan harga. Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika harga meningkat, jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Namun, begitu pula sebaliknya. Jika harga menurun, jumlah barang yang ditawarkan berkurang.

Jenis-Jenis Supply

supply adalah

Ada dua kategori dalam penggolongan jenis penawaran yaitu:

  1. Berdasarkan Perorangan

Jenis penawaran berdasarkan perorangan yaitu:

  • Penawaran jangka pendek: Ini adalah jenis penawaran yang mana konsumen hanya dapat membeli produk sesuai dengan apa yang tersedia. Apabila konsumen ingin membeli produk selain yang tersedia maka hal tersebut tidak dapat dilakukan. 
  • Penawaran jangka panjang: Kelonggaran waktu menjadi dasar utama dalam penawaran jangka panjang. Produsen akan menyesuaikan diri terhadap permintaan yang datang. Beberapa produknya adalah smartphone dan sepeda motor. 
  1. Berdasarkan Pasar

Jenis penawaran berdasarkan pasar yaitu:

  • Penawaran bersama: Jenis ini bersifat konsekuensial. Jadi, apabila satu produk melakukan produksi secara berkelanjutan maka akan diikuti yang lain. Contoh: produksi benang terus menerus maka berdampak pada produksi baju. 
  • Penawaran pasar: Jenis yang satu ini lebih menitikberatkan pada kemampuan produsen dalam memasok produk secara harian. Jika ada empat produsen berbeda dengan produk sama, setiap dari produsen punya penawaran harga berbeda-beda. 
  • Penawaran komposit: Ini adalah penawaran produk yang melayani lebih dari satu tujuan. Seperti contoh produksi komputer maka akan menurunkan produk seperti mouse, CPU, dan sebagainya. 

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran dan Permintaan

Ada enam faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan yaitu:

1. Harga

Faktor pertama yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah harga. Jika harga produk tinggi, konsumen pun akan berpikir untuk transaksi. Namun, apabila harga produk rendah, konsumen tidak akan berpikir dua kali untuk bertransaksi. Meskipun ada faktor lain, misal, kualitas tinggi, tetapi tetap saja harga menjadi pondasi utama. 

Sebagai contoh alat memasak dengan kualitas tinggi. Konsumen belum tentu akan bertransaksi meskipun produk tersebut tidak ada yang menyamainya. Akan tetapi, penawaran terhadap produk tersebut tetap ada. Apalagi, jika di kemudian hari akan ada penyesuaian harga dari produsen. 

2. Pendapatan

Faktor kedua yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah pendapatan. Jika pendapatan masyarakat di suatu wilayah baik, tentu saja permintaan akan suatu produk meningkat. Namun sebaliknya, jika pendapatan masyarakat tidak begitu baik, permintaan akan suatu produk akan menurun. 

Sebagai contoh suatu wilayah memiliki masyarakat dengan pendapatan dua juta rupiah. Dari pendapatan tersebut maka masyarakat akan sulit untuk mengalokasikan dana besar membeli produk dengan kualitas tinggi. Meskipun tetap ada yang membelinya, persentasenya pun tidak akan besar. 

3. Harga Produk Substitusi atau Komplementer

Perbedaan selisih harga antara produk tertentu dengan produk substitusi dan juga komplementer akan mempengaruhi minat konsumen untuk bertransaksi. 

Sebagai contoh harga sepeda motor sedang mengalami penurunan. Sedangkan harga sepeda biasa mengalami kenaikan. Maka, konsumen belum tentu akan memilih sepeda biasa melainkan sepeda motor karena nilai investasi yang lebih tinggi. Namun, bisa jadi sebaliknya apabila produk komplementer milik sepeda motor justru naik. Konsumen akan lebih memilih sepeda biasa. 

4. Selera Konsumen

Selera dapat terbentuk karena kebiasaan masyarakat di wilayah tertentu. Andaikan sebagian besar masyarakat mengonsumsi minuman ringan dengan merek A maka bukan tidak mungkin konsumen baru pun akan mengikuti kebiasaan mereka. Jika selera konsumen meningkat, yang terjadi permintaan produk juga meningkat. 

5. Ekspektasi Konsumen

Ekspektasi konsumen akan didapatkannya apabila ketika membeli sebuah produk maka harga produk semakin tinggi saat dijual. Harapan memang menentukan permintaan dan penawaran. Meskipun begitu, hal ini terkesan tebak-menebak. Sebab, belum tentu harapan konsumen akan menjadi kenyataan. Bisa jadi ketika membeli sebuah produk maka saat menjualnya, harga produk justru turun jauh. 

6. Jumlah Konsumen

Faktor terakhir yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah jumlah konsumen. Hal ini bisa terlihat ketika pabrikan besar mengeluarkan produk dengan menyasar wilayah yang memiliki padat penduduk. Seperti contoh Jepang dan Korea Selatan lebih memilih menjual mobil ke Indonesia daripada ke negara Asia Tenggara lainnya. 

RUN Market Platform Kolaborasi 

Ketika perusahaan mengetahui bahwa supply  adalah bagian penting dari bisnis maka perusahaan membutuhkan platform yang tepat. Sebagai platform kolaborasi untuk kebutuhan B2b, RUN Market menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin bertemu dengan perusahaan lain untuk bertransaksi. Transaksi dapat dilakukan secara langsung, perusahaan memiliki penawaran harga terbaik, hingga riwayat pesanan dapat dilacak secara spesifik. Cari tahu selengkapnya tentang RUN Market di sini.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.