retur pembelian adalah

Perbedaan Penting Retur Pembelian dengan Retur Penjualan

Dalam dunia perdagangan, terjadinya retur penjualan dan pembelian, sudah sering terjadi. Retur pembelian adalah  salah satu pengembalian yang biasanya dilakukan oleh penjual pada pemasok. Lantas apa pengertian retur pembelian? Bagaimana pengaruhnya bagi perusahaan? Mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Retur Penjualan dan Pembelian dan Dampaknya bagi Perusahaan

Sumber: Pixabay

Sebelum mengetahui perbedaan serta jenis-jenis retur penjualan dan pembelian, penting untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian retur penjualan dan retur pembelian.

Jadi, Anda dapat dengan mudah memahami perbedaan antara retur penjualan dan pembelian.

1. Pengertian Retur Penjualan

Retur penjualan adalah suatu kondisi dimana penjual menerima barang retur dari pembeli. Pengembalian barang dilakukan karena tidak sesuai dengan harapan.

Alasan pengembalian bisa bervariasi, misalnya karena kelebihan jumlah yang dipesan atau dikirim, atau karena barang cacat. Pengembalian juga dapat dipicu oleh pengiriman barang yang terlambat, atau barang yang salah dikirim, atau karena spesifikasi produk yang salah.

2. Pengertian Retur Pembelian

Jika purchase order adalah pembelian barang dari pemasok kepada penjual, maka retur pembelian adalah retur barang pembeli dari penjual kepada pemasok karena ketidaksesuaian barang dengan harapan.

Dengan adanya retur ini maka utang penjual kepada pemasok akan berkurang.

Retur pembelian terjadi ketika pembeli barang dagangan, persediaan, aset tetap, atau barang lain mengirimkan kembali barang tersebut kepada penjual.

Selain itu, retur pembelian yang berlebihan dapat mengganggu profitabilitas bisnis, sehingga harus dipantau secara ketat.

Baca Juga: Ini Bedanya Retur Pembelian dan Penjualan untuk Laporan Keuangan Bisnis

Perbedaan Antara Retur Penjualan dan Pembelian

Sumber: Pixabay

Untuk pembahasan selanjutnya, Anda akan memahami apa saja perbedaan antara retur penjualan dan pembelian dari berbagai sisi.

1. Perbedaan Berdasarkan Alasannya

Beda retur penjualan dan pembelian yang pertama adalah berdasarkan alasan mengapa pelanggan melakukan retur penjualan maupun retur pembelian.

Beberapa alasan mengapa pembeli melakukan retur penjualan antara lain bisa jadi karena kelebihan kuantitas.

  • Pembeli mungkin telah memesan lebih banyak item daripada yang mereka butuhkan, atau penjual mungkin secara tidak sengaja mengirim produk tambahan. Maka dari itu, pembeli dapat mengembalikan barang-barang ini kembali ke penjual.
  • Alasan kedua adalah bisa jadi karena terjadinya keterlambatan pengiriman. Pembeli mungkin mengembalikan produk jika mereka tidak lagi membutuhkannya. Misalnya, jika pembeli membutuhkan produk pada tanggal tertentu dan datang terlambat, maka pembeli dapat mengirim kembali produk tersebut.
  • Retur penjualan juga bisa terjadi lantaran tidak sesuai dengan ekspektasi atau harapan pembeli. Ini terjadi karena pembeli dapat memesan produk secara online atau melalui telepon tanpa melihat produk. Namun, ketika produk tiba, mungkin ukuran atau warna berbeda dari yang diharapkan pelanggan, dan pelanggan dapat mengembalikan barang tersebut.
  • Alasan selanjutnya adalah adanya item yang dipesan secara tidak sengaja. Terkadang pembeli memesan item yang salah yang tidak mereka inginkan.
  • Pembeli juga bisa melakukan retur penjualan dengan alasan produk rusak atau cacat. Beberapa produk tiba dalam keadaan rusak atau cacat karena proses pembuatan atau pengiriman.

Pembeli biasanya mengirim barang-barang ini kembali ke penjual untuk meminta penggantian.

Sementara itu beberapa alasan terjadinya retur pembelian adalah sebagai berikut:

  • Penjual awalnya memperoleh jumlah yang berlebihan, dan ingin mengembalikan sisanya ke pemasok atau supplier.
  • Pembeli menerima barang yang salah, sehingga pengembalian dari pembeli diretur ke pemasok.
  • Penjual salah mengirim barang.
  • Barang telah terbukti tidak sesuai spesifikasi.

Berdasarkan alasannya, dapat disimpulkan bahwa retur pembelian adalah ketika penjual mengembalikan barang dari pembeli ke pemasok karena spesifikasi barang tidak sesuai.

Sedangkan retur penjualan adalah keadaan dimana pembeli mengembalikan barang kepada penjual.

2. Perbedaan Berdasarkan Pihak yang Terlibat

Perbedaan antara retur penjualan dan pembelian selanjutnya dapat dilihat dari pihak-pihak yang terlibat.

Jika dalam retur pembelian, pihak yang terlibat adalah pemasok dan penjual. Sedangkan jika dalam retur penjualan, pihak yang terlibat adalah pembeli dan penjual.

3. Perbedaan Berdasarkan Jenis Transaksinya

Jenis transaksi retur penjualan dibagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

  • Mengurangi piutang pembeli.
  • Melakukan pengembalian pembayaran pembeli.
  • Memerlukan penggantian barang yang rusak dari penjual atau bisa disebut dengan klaim.

Sedangkan dalam retur pembelian, terdapat dua jenis transaksi, yaitu:

  • Pengembalian pembelian kredit, yakni pengembalian barang dari pembeli yang telah membeli secara kredit atau angsuran dianggap lunas jika tepat tanggal jatuh tempo.
  • Retur pembelian tunai, yaitu retur barang yang telah dibeli oleh pembeli secara tunai dan ingin dikembalikan atau ditukar bila barang rusak.

Setelah mengetahui perbedaan antar retur penjualan dan retur pembelian serta dampaknya pada perusahaan, saat ini tentunya Anda akan memutuskan lebih berhati-hati dalam melakukan pemesanan maupun pengiriman barang.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait retur barang, maka ada baiknya Anda menggunakan RUN Market. Mengapa?  Karena di dalam produk Digital Procurement, RUN Market menyediakan juga fitur Procure to Receive. Dimana dalam fitur tersebut semua yang terkait  dengan pembelian dari mulai  Material Request sampai Receiving  Item sudah tercatat dengan baik.

Ingin mengetahui fitur RUN Market lainnya? kunjungi website kami sekarang juga.

e-Procurement Platform untuk Solusi Pengadaan Perusahaan Anda

Daftar Gratis ! Jadwalkan Demo

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.