perencanaan produksi

Perencanaan Produksi: Tujuan, Jenis, dan 4 Tahapan yang Harus Dilalui

Setiap bisnis atau perusahaan yang memproduksi barang atau menyediakan jasa pasti membutuhkan perencanaan produksi. Tidak hanya perusahaan baru, perusahaan yang sudah lama berdiri pun membutuhkan hal ini untuk beberapa periode tertentu. Terutama ketika akan mengeluarkan inovasi atau produk baru. Pada proses perencanaan sendiri, perlu adanya beberapa tahapan perencanaan produksi yang harus dilalui. Maka dari itu, perusahaan perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan dalam perencanaan produksi tersebut. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Perencanaan Produksi

Sesuai dengan namanya, perencanaan produksi adalah proses yang dilalui perusahaan untuk merancang suatu produksi. Mulai dari produksi barang baru, inovasi produk, hingga pengembangan desain. Dalam prosesnya nanti, perencanaan produksi tidak hanya membahas mengenai detail produk yang akan dibuat. Namun juga cara yang efektif untuk menghasilkan barang tersebut.

Tujuan dari perencanaan produksi sangat besar dan akan mendapatkan banyak manfaat ketika perusahaan mampu melakukannya. Pertama, perencanaan produksi akan membantu perusahaan menemukan cara yang efektif dan efisien dalam menghasilkan suatu produk. Sehingga nantinya proses produksi akan berjalan lebih cepat dengan cara yang tepat.

Untuk tujuan berikutnya masih berkaitan dengan tujuan pertama, yaitu membantu perusahaan merencanakan pembelian bahan baku agar tidak berlebihan. Selain bahan baku, faktor produksi lain yang dibutuhkan juga akan berpengaruh. Diantaranya adalah biaya tenaga kerja, biaya listrik, dan biaya perawatan mesin atau alat produksi.

Sumber: freepik

Jenis Perencanaan Produksi

Proses ini juga memiliki beberapa jenis dalam penerapannya. Hal ini karena karakteristik perusahaan yang berbeda tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Cermati jenisnya berikut ini dan temukan yang paling sesuai dengan perusahaan Anda.

1. Produksi Massal

Jenis produksi pertama yang perlu direncanakan tentu saja produksi massal. Perusahaan dengan konsep operasional seperti ini harus merencanakan semua faktor produksi secara menyeluruh. Mulai dari bahan baku yang diperlukan untuk sekian jumlah barang, biaya operasional yang harus dikeluarkan, seberapa banyak alat produksi dapat menghasilkan, dan sebagainya. Perencanaan produksi untuk jenis ini akan membuat proses produksi lebih efektif dan efisien.

2. Batch

Selanjutnya adalah jenis produksi batch atau berkelompok. Artinya, produksi suatu barang dilakukan bersamaan dengan langkah yang sama namun dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelompok perlu memastikan bahwa langkah yang dilewati sama dalam waktu yang bersamaan pula. Perencanaan akan membuat setiap langkah tepat waktu dan hambatan yang berpotensi mencegah harus diminimalisir.

3. Aliran

Lalu jenis produksi berikutnya adalah produksi dengan metode aliran. Setiap langkah produksi dilakukan dengan mengikuti aliran (flow) yang telah ditentukan dalam perencanaan produksi. Proses produksi tidak dapat ditukar atau dilewati. Jika 1 proses berhenti atau terhambat, maka proses berikutnya juga akan berhenti sampai berjalan kembali nantinya. Sehingga pengecekan dan pengontrolan kualitas produk harus selalu diperhatikan, tidak hanya saat barang sudah jadi. Biasanya metode ini dilakukan untuk produk atau barang berkualitas premium dan/atau edisi terbatas.

4. Basis Pekerjaan

Jenis produksi terakhir dilihat dari basis pekerjaan itu sendiri, yaitu pekerjaan yang bersifat berkelanjutan atau bersifat proyek. Tentu saja pekerjaan berkelanjutan akan membutuhkan proses perencanaan produksi yang lebih panjang. Sedangkan pekerjaan proyek biasanya akan fokus pada pencapaian hasil produksi tertentu dengan biaya yang sesuai. Sehingga proses perencanaannya harus dilakukan secara matang agar waktu yang digunakan tidak berlebih.

Sumber: freepik

Tahapan yang Perlu Dilalui

1. Routing (Alur Produksi)

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah membuat alur atau peta perjalanan produksi. Tentu saja dari awal bahan baku masuk dalam pabrik atau rumah produksi hingga barang jadi dan siap dikemas. Alur harus dituangkan dalam grafik yang jelas, termasuk urutan yang harus dilalui produk dan kualitas seperti apa yang dibutuhkan. Tahap ini akan sangat diperhatikan jika Anda menggunakan perencanaan produksi aliran.

2. Scheduling (Penjadwalan)

Tahap berikutnya adalah menjadwalkan setiap proses produksi yang sudah ditentukan tadi. Bagi sebagian perusahaan, jadwal ini mungkin harus diatur setiap hari. Namun perusahaan lainnya bisa juga menggunakan sistem penjadwalan yang kurang teratur tergantung pada operasional yang dijalankan. Ketersediaan tenaga kerja akan memengaruhi tahapan ini.

3. Dispatching (Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab)

Setelah 2 tahap sebelumnya, perencanaan produksi siap untuk dilaksanakan. Pelaksanaan inilah yang disebut sebagai tahap dispatching, atau pemberian tugas dan tanggung jawab kepada tim operasional. Beberapa hal yang biasanya masuk sebagai tanggung jawab adalah teknis proses produksi, peraturan atau standar yang harus dipenuhi, dan sebagainya.

4. Follow Up (Pemantauan dan Tindak Lanjut)

Untuk tahap ini, pelaksanaannya beriringan dengan proses produksi yang sedang berlangsung. Tim perencana produksi perlu melihat proses mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Ketika hasil pemantauan menemukan adanya kesalahan atau penghambat, maka harus ada tim yang menindaklanjuti. Dalam beberapa kasus, perombakan atau modifikasi perencanaan produksi juga diperlukan.

Itu tadi adalah beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum melakukan perencanaan produksi. Karena proses yang tidak sebentar, sebuah perusahaan mungkin memerlukan waktu dan tenaga untuk proses ini. Selain mengumpulkan data terkait, Anda juga perlu menemukan pendukung untuk memastikan bahwa proses produksi berjalan lancar. RUN Market hadir sebagai penyedia layanan ERP yang akan memudahkan proses perencanaan produksi perusahaan. Selain membantu memastikan produktivitas, RUN Market juga dapat membantu pengelolaan biaya produksi Anda.Tidak berhenti sampai disitu, perusahaan juga dapat mengelola data perusahaan terkait riwayat penjualan, riwayat pembelian, hingga pengawasan distribusi produk. Hal ini bisa didapatkan melalui fitur Company Management dalam RUN Market Seller. Temukan kami lebih detail untuk manfaat besar RUN Market dan semua fiturnya bagi bisnis Anda di sini.

e-Procurement Platform untuk Solusi Pengadaan Perusahaan Anda

Daftar Gratis ! Jadwalkan Demo

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.