business model canvas

Business Model Canvas: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya

Business model canvas adalah kerangka kerja yang membahas model bisnis di kanvas. Untuk menuliskannya, pebisnis menggunakan ukuran canvas yang besar agar pembaca paham. Strategi ini cukup baik untuk mengetahui risiko dan ancaman serta melihat peluang bisnis. Beberapa startup biasanya menggunakan business model canvas untuk merumuskan bisnis.

Maka dari itu, business model canvas adalah model rencana bisnis yang berisi tujuan dan strategi. Bahkan, merumuskan modal dalam menjalankan bisnis. Perusahaan tersebut akan menggunakannya dalam jangka waktu lima tahun pertama. Oleh karena itu, business model canvas adalah model bisnis yang melakukan perencanaan dengan matang. Hal ini diperlukan agar terhindar dari kegagalan pada tahun-tahun awal. 

Untuk mengetahuinya lebih lengkap, artikel di bawah ini akan membahas mengenai pengertiannya. Selain itu juga, menjelaskan fungsi, contoh, hingga cara membuatnya yang tepat. 

Apa Itu Business Model Canvas

Seperti yang telah diungkapkan di atas, business model canvas adalah semacam strategi bisnis yang berfungsi memetakan konsumen, mengelola keuangan hingga mengetahui distribusi dalam satu halaman. Hal ini akan menjadi lebih efisien karena dalam satu halam telah merumuskan banyak hal (produksi, distribusi, hingga konsumen). Tentu saja ini berbeda daripada strategi bisnis lainnya yang menghabiskan berlembar-lembar dokumen. 

Maka dari itu, sebagian besar startup memanfaatkan business model canvas sebagai kerangka berpikir sebelum memulai bisnis. Dari satu halaman tersebut terdapat sembilan elemen yang saling berkaitan sehingga mengisinya pun harus urut satu per satu. 

Fungsi Business Model Canvas

Setelah mengetahui pengertian dari bisnis model kanvas, Anda perlu memahami apa saja fungsi dan keunggulannya yaitu:

  1. Memberikan gambaran model singkat bagaimana cara merumuskan bisnis yang baik dan benar.
  2. Menjelaskan poin per poin dari setiap elemen sehingga pebisnis mudah memahaminya dengan jelas. 
  3. Penggambarannya dalam bentuk kanvas visual yang berukuran besar sehingga pebisnis dapat mengerti dengan cepat. 
  4. Pebisnis maupun pemangku kepentingan mudah untuk mengedit karena dapat diganti dengan cepat. 
  5. Sebagian besar startup lebih menyukai penggunaan bisnis model kanvas sebagai kerangka kerja.
  6. Mampu menjelaskan aspek bisnis yang terkait satu dengan lainnya.
  7. Mampu digunakan untuk memandu diskusi bisnis agar berjalan efektif. 

Contoh Business Model Canvas

Untuk mengetahui lebih lengkap, beberapa contoh di bawah ini dapat menjadi acuan Anda untuk membuat bisnis model kanvas.

Transportasi Online

Target pasar (customer segments) dalam jasa transportasi online adalah generasi yang menyukai segala sesuatu bersifat praktis dan cepat terutama mahasiswa dan pekerja kantor. Oleh karena itu, value proposition-nya adalah kemudahan dan kecepatan untuk mengakses aplikasi transportasi online kapan dan di mana saja. 

Saluran pemasarannya tentu saja menggunakan internet yang ditunjang dengan aplikasi transportasi online, iklan berbayar, hingga media sosial. Key resource dari transportasi daring hanyalah Google Maps. Ia tidak membutuhkan tempat parkir atau kendaraan pribadi karena telah disediakan oleh pemilik jasa. 

Makanan

Salah satu contoh business model canvas yang bisa dipelajari di bidang makanan adalah McDonald’s. Ada dua customer segment yang mereka sasar yaitu konsumen secara langsung dan mitra yang ingin melakukan franchise. Untuk value proposition pun terbagi menjadi dua yaitu makanan yang enak, harga terjangkau, dan cepat saji. serta franchise yang ingin mendapatkan keuntungan cepat dari brand McDonald’s.

Revenue streams dari McDonald’s dapat diperoleh dari hasil penjualan makanan dan royalti bisnis dari franchise. Selain itu, key resource-nya adalah nama brand McDonald’s yang telah terkenal di belahan dunia mana pun. 

Cara Membuat Business Model Canvas

Ada delapan elemen dalam bisnis model kanvas yang harus Anda ketahui. Dari sembilan elemen tersebut, Anda harus mengisinya secara urut. 

1. Target Konsumen 

Elemen pertama yang harus Anda ketahui adalah target konsumen. Anda dapat menyusunnya target dengan segmen usia, jenis kelamin, perilaku, hingga minat. Setelah Anda menentukan segmen maka Anda bisa menentukan siapa target konsumen yang perlu dilayani. 

2. Hubungan Konsumen

Salah satu strategi bisnis yang harus Anda jalankan adalah mengelola hubungan dengan konsumen. Setiap konsumen pasti memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga perlu strategi khusus. Oleh karena itu, Anda perlu mengidentifikasi tiap tahapan agar mampu mengelola dan mempertahankan hubungan dengan konsumen. 

3. Saluran atau Media

Saluran atau channel adalah hal penting yang perlu Anda lakukan dalam strategi bisnis. Era kini, paling mudah menjangkau konsumen melalui media sosial. Ada banyak media sosial yang dapat digunakan mulai dari Instagram hingga TikTok. Namun, Anda pun bisa juga menggunakan website untuk bertemu konsumen atau membangun jejaring.

4. Kegiatan Utama

Anda harus menentukan aktivitas utama dalam model bisnis. Hal tersebut dapat Anda lakukan mulai dari menjangkau target pelanggan, memelihara hubungan pelanggan, dan mengecek jalur distribusi. 

5. Sumber Daya Utama

Di bagian ini Anda dapat membuat jenis sumber daya seperti contoh: manusia (pekerja), keuangan (tunai dan nontunai), dan fisik (bangunan dan peralatan).

6. Mitra Utama

Mitra adalah pihak eksternal. Oleh karena itu, mitra lah yang akan membantu Anda atau perusahaan dalam menjalankan bisnis. Kemitraan diperlukan untuk mengurangi risiko dan mendapatkan sumber daya yang diperlukan.

7. Biaya

Bagian yang cukup penting dalam business model canvas adalah pengelolaan biaya. Anda perlu menjelaskannya dengan detail mulai dari biaya produksi, biaya distribusi, hingga biaya sewa. Selain itu, perlu memikirkan apa saja yang termasuk dalam biaya tidak terduga. 

8. Proporsi Nilai

Unique selling adalah poin penting dalam produk. Jika Anda berbisnis, Anda perlu mengetahui apa yang menjadi keunikan dalam produk tersebut. Hal tersebut yang akan menjadi highlight sehingga konsumen akan tertarik dengan produk Anda. 

Ketika mengetahui tentang business model canvas maka Anda bisa terapkan untuk bisnis Anda. Agar bisnis semakin berkembang, kolaborasikan dengan RUN Market

RUN Market untuk Pelaku Usaha

Kehadiran RUN Market di Indonesia adalah bentuk dari kolaborasi antara pelaku usaha dengan pembeli. Ketika menggunakan RUN Market maka semuanya menjadi lebih mudah dan cepat mulai dari penjualan, distribusi hingga prosesnya pun berjalan transparan. Gabung bersama RUN Market sekarang juga dan temukan partner bisnis potensial Anda.

e-Procurement Platform untuk Solusi Pengadaan Perusahaan Anda

Daftar Gratis ! Jadwalkan Demo

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.