black market adalah

6 Dampak Negatif Black Market dan Perhatikan Cara Menghindarinya

Dalam proses penjualan dan pembelian, perusahaan akan dihadapkan pada banyak kondisi. Salah satu fenomena yang beberapa kali dijumpai adalah membeli produk atau bahan baku dari penjual melalui black market atau pasar gelap. Secara hukum, hal ini sangat tidak dibenarkan meskipun prakteknya masih ada hingga sekarang. Namun Anda sebagai pelaku bisnis harus mengetahui apa saja dampak negatif dari produk black market. Apapun keuntungan yang didapatkan, black market adalah hal yang menyimpan banyak risiko. Simak informasi terkait dampak negatif pasar gelap dan perhatikan cara menghindarinya berikut ini.

Black Market dan Cara Kerjanya

Pasar gelap atau black market adalah aktivitas menjual dan membeli barang atau produk yang tidak sah secara hukum atau ilegal. Baik itu ilegal secara penggunaannya maupun ilegal dalam hal cara transaksi yang dilakukan. Istilah ini menggunakan kata “gelap” karena pelaksanaannya yang tidak terlihat secara hukum.

Black market tidak hanya berlaku bagi barang setengah jadi atau barang mentah, tapi juga barang jadi yang ilegal secara hukum. Artinya, barang tersebut dilarang penggunaannya di Indonesia. Contohnya adalah senjata api, organ tubuh, obat-obatan yang diawasi, satwa langka, dan sebagainya.

Pasar gelap terus berlangsung karena adanya tindakan penyelundupan barang yang belum diatasi. Pembatasan wilayah negara dan perbedaan aturan yang ada membuat praktik ini muncul. Hingga sekarang, masih banyak pelaku usaha kurang bertanggung jawab yang menjalankan konsep bisnis ini.

Oleh karena itu, pelaku bisnis harus mengetahui beberapa dampak negatif dari mempraktikkan konsep pasar gelap. Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati ketika membeli barang atau produk dari perusahaan lain yang berasal dari pasar gelap. Jangan sampai tujuan Anda yang benar dirusak oleh pemasok atau penjual yang tidak bertanggung jawab.

Sumber: Pixabay

Dampak Negatif Pasar Gelap

1. Kesulitan pelanggan melakukan klaim dan/atau retur

Produk atau barang dari pasar gelap tidak memiliki dokumen resmi yang membuktikan bahwa barang tersebut asli. Ketika terdapat keluhan mengenai produk, pelanggan biasanya akan melakukan klaim atau retur penjualan. Namun hal ini tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya jika produk dibeli dari pasar gelap. Termasuk ketika perusahaan Anda membeli dari pasar gelap. Selain kualitas tidak dapat dipastikan, Anda juga bisa mengalami kerugian karena tidak ada pelayanan retur pembelian.

2. Kemungkinan terkena kasus hukum sangat besar

Sudah sewajarnya aktivitas yang melanggar hukum akan berisiko terkena kasus hukum. Begitu juga dengan segala aktivitas yang berhubungan dengan pasar gelap. Tidak hanya penjual, pembeli di beberapa negara juga akan dinilai melakukan kejatahan jika diketahui menggunakan barang dari pasar gelap meskipun barang tersebut tidak dilarang penggunaannya. Sehingga calon pelanggan juga akan berpikir ulang untuk membeli jika melihat barang yang dijual berasal dari pasar gelap. Apabila perusahaan Anda memiliki pelanggan berskala internasional, maka hal ini harus diperhatikan.

3. Beberapa produk tidak akan sampai kepada pelanggan

Dampak negatif lainnya adalah kemungkinan besar barang akan ditahan oleh pemerintah ketika tidak memiliki dokumen resmi. Anda sebagai penjual yang mengirimkan barang tentu akan mengetahui kemana arahnya, yaitu produk tidak akan sampai kepada pelanggan. Kemudian jika perusahaan Anda berperan sebagai pembeli, maka Anda tidak akan mendapatkan barang tersebut meski sudah masuk di Indonesia.

4. Meningkatkan nilai pajak

Berdasarkan salah satu penelitian di Amerika menjelaskan bahwa keberadaan pasar gelap membuat negara berkembang merugi hingga 36% dari GDP. Mau tidak mau negara akan meningkatkan pajak untuk menutup penurunan tersebut. Dengan kata lain, semakin tinggi praktik bisnis pasar gelap, justru akan semakin tinggi pula pajak yang dikenakan pelaku bisnis.

5. Menurunkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan

Semua dampak negatif di atas dapat bermuara pada 1 dampak paling berisiko, yaitu menurunkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Semua pelanggan pasti menginginkan kualitas produk beserta pelayanan prima yang memuaskan. Namun semua ini dapat hilang jika perusahaan menjual barang dari pasar gelap. Sama halnya dengan kepercayaan pelanggan yang berkaitan erat dengan kepuasan mereka.

Sumber: freepik

Cara Menghindari Produk Dari Pasar Gelap

1. Membeli produk hanya melalui jalur resmi

Salah satu cara membeli dari jalur resmi adalah dengan menghubungi langsung perusahaan produsen. Meskipun nantinya Anda diarahkan pada anak perusahaan yang lokasinya lebih dekat. Hal lain yang bisa dicermati selain identitas perusahaan adalah dari harga barang, apakah sesuai pasar dan selisihnya tidak terlalu jauh atau tidak.

2. Memeriksa kembali narahubung, lokasi penjual, dan asal pengiriman

Apabila Anda mendapat rekomendasi penjual atau pemasok dari orang lain, pastikan bahwa perusahaan tersebut resmi. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa narahubung, lokasi, dan asal pengiriman produk.

3. Mencari penjual dari marketplace yang aman dan terpercaya

Sedangkan bagi Anda yang ingin mencari pemasok resmi namun belum mengetahui lokasi perusahaan tersebut, maka gunakanlah marketplace. Tentu saja marketplace yang digunakan haruslah aman, terpercaya, dan dilindungi hukum.

Itu tadi adalah detail yang harus Anda perhatikan ketika membeli produk dari pihak luar. Jangan sampai perusahaan Anda menjadi korban dari pihak tak bertanggung jawab. Seperti yang sudah sempat disinggung di atas, gunakanlah platform belanja yang terpercaya. Salah satunya adalah RUN Market melalui fitur Vendor Management yang memungkinkan Anda mendapat penjual terbaik sekaligus dapat dipercaya. Selain buyer dan seller yang terpercaya, transaksi yang Anda lakukan juga akan tercatat dengan baik. Sehingga kelengkapan dokumen penjualan dapat dikelola lebih efektif dan efisien. Ketahui lebih banyak tentang RUN Market dengan mengunjungi kami di sini.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.